0
Dikirim pada 28 November 2014 di Bahasa Arab

Bagi para pemula yang tengah belajar bahasa Arab (sambil nunjuk diri) pasti pernah mengalami kesulitan dalam menggunakan kamus Arab-Indonesia. Dan ngga jarang itu mempengaruhi mood, pas lagi semangat semangatnya belajar, terus kepaksa harus nyari satu arti kata yang kita ngga tahu, sudah searching di google pun ngga ada, akhirnya kamus offline jadi pilihan lain, dan sudah bolak balik buka kamus sampe seharian *beneran* ngga nemu nemu juga, akhirnya jenuh, kesel, bete, ngambek sama kamu(s). Sebenernya ngga jauh beda buka kamus B.Inggris dengan bahasa Arab, cuman memang ada kaidah kaidahnya, dulu aku ngga tahu sih, kalau tahu kan ngga akan sampe seharian berkutat dengan pencarian satu kata itu.

Nah ini aku mau share sedikit tipsnya supaya temen-temen pembelajar bisa langsung sigap ketika berhadapan dengan kamus, Arab-Indonesia xixi.

 

Perlu diketahui bahwa mayoritas kata kerja dasar dalam bahasa Arab tersusun dari 3 huruf. Sehingga ketika kita mendapati kata dengan huruf penyusunnya lebih dari 3 buah maka kemungkinan besar kata tersebut sudah mendapatkan huruf imbuhan (tambahan). Untuk dapat menemukan arti kata dimaksud di dalam kamus maka harus diketahui terlebih dahulu huruf-huruf aslinya dengan cara memisahkan huruf-huruf tambahannya.

Kata-kata yang akan dicarikan maknanya di dalam kamus terdiri dari beberapa keadaan:
¤ Dengan jumlah huruf kurang dari 3. Ini bisa langsung dicari maknanya pada bab huruf pertamanya, seperti kata مَنْ dapat dicari pada bab huruf م.
¤ Dengan jumlah huruf 3 buah dan huruf pertamanya bukan salah satu dari huruf أ, ن,ي, dan ت. Ini bisa langsung dicari maknanya pada bab huruf pertamanya, seperti kata بَعُدَ dapat dicari pada bab huruf ب.
¤ Dengan jumlah huruf 3 buah dan huruf pertamanya salah satu dari huruf-hurufأ,ن,ي, dan ت. Ada kemungkinan bisa langsung ditemukan pada bab huruf pertamanya seperti kata أَكَلَ، نَبَغَ ، يُسْرٌ، تَبِعَ , dan sebagainya. Jika kata yang dimaksud tidak ditemukan pada kelompok bab huruf pertamanya itu maka kemungkinan bisa ditemukan pada bab huruf و (wawu), dengan cara kita ganti huruf pertamanya dengan hurufو

Contoh:
✏Kata يَضَعُ dapat ditemukan setelah huruf pertamanya diganti dengan wawu menjadi وضع . Di dalam kamus bab huruf wawu tertulis (وَضَعَ-يَضَعُ-وَضْعًا) yang artinya meletakkan.
✏Kataيَجِدُ dapat ditemukan setelah huruf pertamanya diganti dengan wawu menjadiوجد . Di dalam kamus bab huruf wawu tertulis (وَجَدَ-يَجِدُ-وَجْدًا-وُجْدًا-وُجُوْدًا) , artinya mendapat.
✏Dengan jumlah huruf lebih dari 3 buah. Kata-kata seperti ini baru dapat dicari maknanya di dalam kamus setelah terlebih dahulu ditentukan kata dasarnya dengan cara memisahkan huruf-huruf tambahan dari huruf-huruf aslinya. Contoh:
✏Kata مُسْتَقْبَلٌ dapat dicari pada kelompok kata قـبـل pada bab huruf ق, bukan pada bab huruf م.
✏Kata يَرْجِعُ dapat dicari pada kelompok kata رجـعpada bab huruf ر, bukan pada bab huruf ي.
✏Kata اِسْتِرْجَاعٌ dapat dicari pada kelompok kata رجـع pada bab huruf ر, bukan pada bab huruf.

Jumlah huruf-huruf tambahan itu ada 10 terkumpul dalam perkataan سَأَلْتُمُوْنِيْهَاْ yaitu huruf-huruf س,أ,ل,ت,م,و,ن,ي,هـ, dan ا

 

sudah itu aj, selamat mencoba ; )

Oh iyah, kalau aku masih pake kamus Al Munawwir, pengen ganti yang lebih kecil sih, biar bisa entengan dibawa kemana-mana.



Dikirim pada 28 November 2014 di Bahasa Arab
comments powered by Disqus
Profile

Aku seorang Muslimah | Sarjana Teknik Kimia. Khansa adalah nama penaku, terinspirasi dari nama salah seorang shahabiyah. Aku seorang pembelajar yang ingin menjadi sebaik baiknya hamba Allah.. Semata-mata untuk mencari RidhaNya. Segala niat dalam aktivitas ini Insya Allah diusahakan untuk beribadah padaNya. Saat ini di sela sela penggapaian cita cita, aku belajar ilmu syar’i di Ma’had Takhassus Al Barkah Depok. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 35.726 kali


connect with ABATASA